Mood Booster

Dear my Mood Booster(s) 😀

 

dan hanya bisa menerima, ternyata benar, rakyat di negeri ini lah yang mampu membuat mood saya kembali hidup, meski hancur lebur sebelumnya..

dan saya tersadar, ternyata di kamus kehidupan saya masih ada istilah guru yang menyapa murid, tak harus selalu murid yang menyapa guru..

 

dua kali di beberapa minggu belakangan ini,

 

setelah sebelumnya bertemu dengan bu Dini (saya manggilnya bu Dinai)

ketika menunggu bus saat kesiangan berangkat kuliah, mendapati kenyataan bahwa ternyata sekarang kita satu komplek..

aah, tetanggaa.. >.<

 

menjadi ramai berdua di pinggiran jalan, entah ada berapa banyak mata yang memandang, kami tak perlu peduli..

berawal ketika ia melintas di depan saya dengan menggunakan ojek, bertatap mata..

si ibu dadah-dadah..

kayak kenal” *dalam hati (btw, dia pake masker ya “–)

disamperin

“hayo masih inget nggak?” *ttp g lepas masker

“bu Dini ya?”

“yaaak, betuuuuuul!!!”

 

ngobrol ngrobrol ngobrol

 

keinget sesuatu..

“kapan mau nyebar undangan??”

ngulurin tangan, pamer jari *dengan mata excited, tetep g buka masker*

“udaaaaah dooooong :D”

*pelukan*

 

aah tante-tante ini..

Guru kimia baru di sekolah dulu, yang sempat sesekali menggantikan guru kimia di kelas..

 

 

dan baru saja kemarin Selasa,

kembali bertemu dengan mood booster lainnya..

 

berjalan sendiri keluar komplek menuju kampus,

panas, memilih jalan sebelah kanan untuk meneduh diantara bayangan2 rumah..

 

dari depan datang mobil sedan, ga ada yang aneh..

mendekat, jendela penumpang depan terbuka, ada tangan yang melambai keluar..

ni orang mau nanya jalan apa gimana?” *dalam hati

mobil nggak berhenti..

*mata mengikuti jalannya mobil, berputar 180 derajat*

terlihat si empunya tangan sedang nelpon, nyengir dikit..

*terheran*

“aaaah, om iqbal!!”

telat, mobil sudah jauh berjalan..

hanya bisa tersenyum…

 

guru sosiologi yang ketika lamaran sepatu untuk calonnya ketinggalan dan nitip minta bawain ke jogja..

 

yaaah, mereka, dan mereka lainnya..

penghuni negeri pasir berkabut ini selalu bisa membuat senyum ini merekah, dari hati….

Cheers,

Listania Puspita Ikasari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s