WHAT SHOULD I DO?

udah lama banget nggak buka wordpress,
dan buka karena mesti ngecek tugas mahasiswa di wordpress
baca-baca tulisan lama seru juga, dan ternyata tulisan saya 4 tahun lalu nggak berantakan-berantakan amat hahahha
sedikit copas cerita yang saya post di tumblr :

Beberapa hari yang lalu sepulang dari mencari segenggam berlian, saya mampir ke taman jajan di dekat rumah untuk menyantap sedikit makanancemilan.

Sebuah percakapan dari seorang bapak paruh baya begitu saja terdengar, Yaaah, jarak meja kita yang bersampingan tidak terlalu jauh dan juga si bapak memang bercerita dengan suara yang cukup keras. Si bapak ini sedang bercerita kepada seorang ibu yang nampaknya baru saja dikenalnya, mereka duduk bersama di satu meja.

Sang bapak bercerita tentang anaknya, saya tidak cukup peduli dan tidak ambil pusing dengan percakapan mereka. Sampai sang bapak menyebutkan anaknya dulu bersekolah di sebuah SMP swasta yang sangat saya kenal dan cukup erat kaitannya dengan keluarga saya. Beliau melanjutkan ceritanya dan berkata saat ini anaknya melanjutkan sekolah di Bandung. Hal lainnya tidak begitu saya ingat, tetapi ada satu bagian dari pembicaraan bapak ini yang membuat saya heeeeem yaah bisa dibilang berpikir >.<

Bapak ini bercerita anaknya tinggal bersama dengan saudaranya atau dengan kata lain bersama dengan paman si anak. Sang anak dilarang untuk pacaran oleh pamanya dan tidak boleh banyak berteman dan bermain dengan laki-laki. Beliau mengatakan dengan vulgar

“iya, jadi anak saya nggak boleh pacaran sama pamannya, pokonya nggak boleh main sama cowo………. yah, takut hamil”

Selesai mengatakan kata-kata itu beliau menyuapkan makanannya dan melanjutkan mengunyah, tidak lama beliau melanjutkan

“akhirnya dia temenan sama cewe, temen deket, kemana-mana bareng. Sialnya cewe ini ternyata lesbi! Anak saya nggak tau. Masih polos dia sama yang gitu-gitu”

Meeeeen!

Bahahhahaha, entah harus apa lagi. Kayaknya kita memang hidup di zaman yang yah entahlah, orang yang tampangnya baik belum tentu nggak brengsek. Orang yang reputasinya alim belum tentu nggak blangsak, dan orang yang keliatannya galak belum tentu suka marah. Serba salah, ngejaga anak biar nggak gaul berlebihan sama lawan jenis ternyata masih ada ancaman dari  sesama jenis.

Perang orang tua kayaknya emang harus ketat banget ke anak, bukan juga artinya halal ngebatasin ini itu ke anak. Tapi anak harus tau banyak hal tentang apapun yang bisa mengancam hidupnya. Saya nggak mau komentar banyak, silahkan cari hikmahnya sendiri hehehe

Well, saya sendiri juga dulu masih masuk dalam hitungan polos sampai menuju kuliah bahahhaha

Listania Puspita Ikasari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s