SUPERHUMAN!

Ini tentang mereka yang jalan hidupnya nggak selurus jalan hidup saya (nggak kok, kalau main lurus-lurusan jalan, saya belok-belok, suka belok kesana, belok ke sini, ke sana lagi, balik ke jalur satu jam terus belok lagi wkwk). Nggak, ini bukan tentang soleh-solehan tapi tentang mereka yang perjalanan hidupnya berkelok-kelok dan tidak senormal hidup kebanyakan orang lainnya.

Jujur, dulu saya sedikit merendahkan mereka yang tidak melanjutkan kuliah ataupun tidak menyelesaikan kuliah. Tapi apalah artinya sebuah kertas bertuliskan “ijazah” dan gelar yang menempel pada nama? Toh saya juga sekarang nggak bangga-bangga banget kok jadi lulusan S1 dan punya gelar Susu Kental Manis.

Diperjalanan hidup saya, kali ini saya banyak dipertemukan dengan mereka. Orang-orang yang “hanya” memiliki status lulus SMA/SMK. See? Mereka jauh lebih hebat dari saya, mereka jauh lebih tangguh, bahkan lebih bijak dari saya atau orang-orang ber-tittle lainnya.

Salah satunya, sosok lulusan SMK yang seumuran sama saya, dia sempat menyicipi bangku kuliah selama satu semester dan akhirnya memilih untuk bekerja karena kondisi keluarga yang tidak memungkinkan. Dia nggak bisa apa-apa? NO! Kalau kalian pernah liat iklan-iklan perusahaan terkenal di TV, dia yang bikin! Iklan fortuner, L.A, Pepsodent dll. Saya berasa jadi upil huhuhu.

Ada lagi, yang ini emang masih piyik baru lulus SMA, tapi dia udah pernah menghasilkan uang puluhan juta dimasa dia SMA. Mau tau gimana ceritanya?

Ayahnya membelikan adiknya Hp baru, dan si anak piyik ini ditawarin juga, tapi anak ini meminta ke ayahnya untuk memberikannya uang seharga Hp itu saja. Dari uang itulah ia memulai bisnisnya dan mencapai pencapaian puluhan jutanya. Selain itu, dia sudah tidak meminta uang jajan lagi sejak SMA.  Saya apalah atuh, SMA paling banter megang uang 700rb itu juga uang simpenan dari sisa uang jajan. Nggak pernah saya kepikiran waktu SMA untuk bisnis, berjuang, nyoba ini itu buat cari pengalaman. Aaaah hidup saya terlalu normal.

Lainnya, lelaki lulusan SMK yang juga seumuran sama saya, dia yang berkesempatan ikut program pemagangan di Jepang. Sepulangnya dari Jepang yang dia lakukan adalah mengumrohkan kedua orang tuanya! Dia mendaftarkan kedua orang tuanya untuk berumroh tanpa memberitahukan terlebih dahulu.. anak yang baik dan so(k) sweet hehehe. Saya? Boro-boro. Jadi sedih..

Yang satu ini juga lulusan SMA masih seumuran, dia memilih tidak kuliah karena mengalah untuk adiknya agar bisa melanjutkan pendidikannya. Another so(k) sweet person. Akhirnya dia mendirikan kedai dan sudah bertahan sampai empat tahun. Hiks..

Masih banyak banget sebenernya, masa perlu diulas satu-satu? Hahahaha

Intinya adalah, saya upil, nggak ada apa-apa nya dibanding mereka. Kadang saya jadi mikir, sayang ya kalau sampai harus nunda lulus kuliah karena alasan yang nggak jelas, bayaran kuliah mahal kan ya pak.. dan itu hampir saya lakukan karena bete sama PA, huhuhu.. Alhamdulillah dapet temen satu bimbingan yang mau diajak kerjasama, Alhamdulillah sidang dan lulus bareng-bareng..

Oiya, nyambung kemana-mana nih, kadang juga miris kalau liat kelakuan orang yang “merasa lebih berpendidikan” dibanding “mereka” tapi kelakuannya nggak ada bagus-bagusnya acan. Kalau di jalan, saya keseeeel banget sama orang yang nyerobot antrian mobil. Udah tau macet, pake nyalip (terutama ini di pintu-pintu percabangan atau keluar tol), udah tau mau belok kiri, antrian di kiri yang mau belok udah panjang, tetep aja nge gas kedepan terus ngambil jalan di depan. Tipe-tipe begini biasanya saya pepetin dan nggak kasih jalan, apa lagi mobil bagus makin di pepet deh. Bhahahah. Rasanya pengen turun terus ngomong di depan mukanya

pendidikan terakhir apa pak? Nggak ngerti cara ngantri?” hehehhe

Contoh lainnya, sebenernya saya kesel banget sama petinggi-petinggi termasuk orang-orang kantor yang emang punya posisi atau bahkan dosen yang kalau janjian ngebuat kita nunggu lama. Bagaimanapun mereka orang berpendidikan kan ya?

Buat saya, waktu setiap orang itu berharga, sekalipun dia hanya seorang OB, jadi buat saya makruh hukumnya janjian sama orang dan ngebuat orang nunggu tanpa info yang jelas. Ini juga jadi salah satu kriteria saya dalam memilih pekerjaan. Kalau kata ibu saya “ya wajar lah, yang butuh kan kita, tungguin aja”.

Bukan gitu, bagi saya orang yang memang baik pasti akan menghargai orang lain, se nggak penting apapun orang itu buat dia. Sekalipun cuma tukang service AC. Kalau memang telat atau masih ada kerjaan oke kok, selama dia ngabarin misal

mbak, ibu ini masih ada blabla kira-kira 20 menit lagi ya mbak” kan enak kita bisa ngerencanain kita ngapain dulu gitu. Tapi kalau kita cuma diminta tunggu sama receptionist dan nggak tau kapan orang itu keluarnya, bye deh~

Saya pernah di sebuah BUMN besar yang bergerak di bidang transportasi …. (kalau disebut mah ketauan ya). Waktu ketemu dengan orang yang ditunggu hanya 3 menit. Iye 3 menit. Tau nunggunya berapa lama? Sekitar DUA JAM. Bagi saya, ketika suatu perusahaan nggak bisa menghargai seseorang yang nggak dia kenal, gimana dia mau menghargai orang yang dia kenal?

Tapi saya sadar kok, tingkat pendidikan tidak pernah otomatis menjadikan orang menjadi wiser, berperilaku baik, berwawasan luas, dan memiliki attitude/akhlak yang baik. Semua kembali ke orangnya masing-masing. Pendidikan hanya membuat orang “Tau”, tapi “Mau” berubah dan menerapkan itu nggak dimiliki oleh semua orang.

Somehow, karakter dan akhlak/attitude itu nggak bisa dibentuk dalam waktu singkat bapak, ibu. Tapi pengetahuan bisa disampaikan dalam waktu singkat. Belakangan ini saya lebih menghargai orang-orang yang dengan karakter yang memang baik sekalipun dia “hanya” lulusan Sekolah Menengah.

Listania Puspita Ikasari – ditulis satu tahun lalu,

6 Juni 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s