Wonosobo Part 1

Juli-Agustus 2013 kalau nggak salah inget,

momen nikahan mba Vika Budi Riandini dan mas Zain. Resepsi sih tepatnya, karena akadnya udah duluan waktu bulan Ramadhan.

yup! ini kali pertama saya jalan-jalan yang isinya ciwi-ciwi semua, lazy traveller namanya bahahha

kenapa?

ya karena kita malesan anaknya, pengennya jalan-jalan yang langsung sampe nggak pake banyak usaha dan nyasar-nyasar.

sebenernya tadinya kita berbanyakan dan masih ada laki-laki yang membersamai, tapi menjelang hari-H semuanya rontok dan tersisalah kami, lima ciwi ciwi cantik yang sebenernya lintas Lembaga Kemahasiswaan dan nggak akrab-akrab banget.

saya, ka Imanda Kartika Putri dan ka Nadia Humaira dari Kaderisasi Nurani X+1 sebagai teman satu bidang mba Vika dan Mala – Qinoy sebagai wakil dari Envisha KL adek tingkat mba Vika di HMD Kesehatan Lingkungan.

Sekalipun cuma berlima dan ciwi-ciwi semua, kita beruntung karena perjalanan kali ini kita membawa permaisuri jadi semua amaaan haha.

kami berangkat dari Kp. Rambutan menggunakan bus yang katanya emang favorite untuk perjalanan Jakarta-Wonosobo, sempit ngomong-ngomong jarak antara kursinya dan karena mini bus, bagian atasnya nggak bisa dimasukin barang dan terpaksa kita sempit-sempitan sama tas.

berangkat ba’da maghrib dari Kp. Rambutan dan sampai di Wonosobo sekitar jam 6-7 pagi dan beruntungnya ternyata pool bus yang kita naikin bersebelahan dengan penginapan yang sudah kita pesan (ini juga dipesenin sama Mba Vika, dia dan mas zain yang hunting dan kita tinggal pilih plus bayar haha).

Oiya, kita dapet penginapan dengan harga yang lumayan bersahabat, 110-130 per malam tanpa AC, tanpa TV, kamar mandi dalam dan cukup lega. Saya pikir kami akan kepanasan di malam hari, ternyata saya salah Wonosobo itu kalau diibaratin di sini Bandungnya Jawa Tengah lah.. adeeeem to dingiiiin.

satu scene terselamatkan!

scene selanjutnya adalah, setelah kita check-in dan beres beres, kami kelaparaaaan~

Berbekal ilmu sotoy, kami jalan nyari sumber keramaian karena ramai identik dengan makanan haha. Setelah jalan lumayan kita nggak menemukan apa-apa akhirnya kami menyerah dan bertanya pada peta, rumput yang bergoyang dan angin yang berhembus anak sekolah dimana kami bisa makan, karena tanduk kami udah mulai keluar.

kami disarankan berjalan ke arah berlawanan, menyerah, liat angkot daaaaan~ naiklah kami sampai melewati kembali penginapan dan di tikungan mata kami tertuju pada warung kopi kecil. Insting kami berkata “ada makanan nih” dan turunlah kami di situ. Benar sekali, warung kecil itu ternyata menjual nasi kucing.. huraaaay! kami bisa makan sampai puaaas..  satu scene lagi terselamatkan.

Setelah sarapan dan kembali ke penginapan, kami bersiap-siap karena kami akan dijemput dan jalan-jalan ke tempat wisata di Wonosobo. Ini yang saya bilang semua aman ketika kita jalan-jalan bawa permaisuri hahaha. Ayahnya ka Manda menyewakan mobil plus supir-supirnya untuk membawa kita jalan-jalan di Wonosobo.

Diperjalanan ini kita mendapatkan satu tambahan personil, adiknya mas Zain, Nevilla Nur Faiz. Faiz dan mas Zain ini sama-sama anak ITB dan karena kasian Faiz nggak punya temen dan nggak jalan-jalan akhirnya dia dititipkan ke rombongan kami, sekalian bawain makanan buat bekel kami jalan-jalan haha.

Kemana aja perjalanan kita? nanti dibahas di postingan selanjutnya yaa..

setelah puas seharian jalan-jalan kami dipulangkan kembali ke penginapan, tadinya Faiz mau dipulangin ke rumah mbak Vika lagi, tapi karena menurut kami kasian mas Zainnya yang mondar-mandir (toh besok mas Zain akan jemput kita lagi buat acara nikahannya di Kepil, Wonosobo) akhirnya Faiz ikut menginap di penginapan kita.

Malam datang dan perut kembali lapaaaar~

Dan karena kita belum mencoba makanan khas Wonosobo yaitu mie ongklok, akhirnya kami memutuskan untuk hunting mie ongklok. Kali ini biar nggak zonk-zonk banget, kami nanya sama orang penginapan, dan berangkatlah kami ke sana, naik angkot kali ini nggak jalan kaki lagi karena katanya jaraknya lumayan. okeeelaah..

ketemu! dan akhirnya kita mencoba mie ongklok dan satenya. Kalau saya sendiri, agak kurang suka, suka satenya aja karena mirip-mirip sate klathak hahaha. Saya nggak begitu suka sama makanan yang rasanya rempah-rempah banget atau bumbunya terlalu kuat, jadi mie ongkloknya cuma makan mienya aja dan menyisakan kuah kentelnya hehe.

satu scene terselamatkan lagi~

Pe Er selanjutnya adalah, gimana caranya pulang ke penginapan. karena kita udah dapet ancer-ancer angkot cuma ada sampai jam 20.00 dan kita selesai makan udah jam delapan lebih. Selesai urusan bayar membayar kita coba dulu ke seberang jalan, nunggu angkot dan tadaaaa~ nggak lewat-lewat bahahhaa. Tadinya kami udah mau jalan, untungnya kami punya satu wanita yang agak ekstrem, aktivis sayap kiri, hidup anak kastrad! hidup orang Minang!

Ceritanya dari tempat kami makan mie tadi ada bapak-bapak bawa mobil pick-up dan udah selesai makan, akhirnya disamperinlah sama ka Nadia dan ngomong-ngomong-ngomong ternyata si Bapak searah dan mau ngasih tumpangan. Akhirnya satu scene lagi terselamatkan..

Kami kembali ke penginapan naik pick-up haha. Ini pertama kalinya buat mayoritas dari kami, atau justru semuanya nebeng pick-up dan kita merasa berdosa membuat Faiz mengikuti gaya hidup kita yang agak-agak ekstrem ini.

20130824_200028.jpg

qinoy, kamanda, me, faiz, mala. photo by : kanadia

Besok paginya kami dijemput sama kakaknya mbak Vika buat ke lokasi resepsi pernikahan. Lumayan jauh ternyata, satu jam perjalanan di jalan sepi, bukan jalan Jakarta.

Sampai di sana kita bikin rusuh, disuguhin sarapan, resepsi, bantuin jadi seksi sok sibuk

 

 

 

dan gangguin manten yang lagi photoshoot. Pemandangan yang tidak menyenangkan sebenernya BAHAHHAA, tapi buat mba Vika apa aja deh asalkan dia bahagia~

 

 

 

 

Oiya dan kamanda sebenernya dapet tugas khusus buat bantuin riasin ibunya mba Vika dan semua yang butuh dirias hoho, secara kamanda course di puspita martha buat ngembangin salon ibunya.

 

20130825_093036

ibu manten yang dandan sendiri dan kita rusuhin nusuk-nusukin jarumnya

 

pulaaaang~ Kami kembali ke Jakarta via bus lagi sekitar jam 3 dari Wonosobo dan alhamdulillah tiba di Jakarta dengan selamat keesokan paginya.. 🙂

20130825_084824

Pelaminan

20130825_122802

duet maut mba vika & mas zain

 

1393740_672979982712738_1530694024_n (1).jpg

ka Nadia, kamanda, mas zain, mba vika, me

sekian perjalanan ke Wonosobo part 1 nya, sesi jalan-jalannya next postingan yaa..

 

Listania Puspita Ikasari – Tangerang Selatan,

29 Juni 2017

13.50 WIB

Advertisements

One thought on “Wonosobo Part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s